Resensi Buku Sebuah Usaha Melupakan Karya Boy Candra

Redaksi PetiknetRabu, 5 Juli 2023 | 13:20 WIB
Resensi Buku Sebuah Usaha Melupakan by Boy Candra
Resensi Buku Sebuah Usaha Melupakan by Boy Candra

Namun, ada beberapa karakter lain yang muncul dalam cerita, seperti:

  • Mantan kekasih ‘aku': Orang yang pernah dicintai oleh ‘aku', namun mengkhianatinya dengan orang lain. Dia tidak pernah memberikan penjelasan atau permintaan maaf kepada ‘aku'.
  • Orang ketiga: Orang yang menjadi selingkuhan mantan kekasih ‘aku'. Dia tidak diketahui identitas atau latar belakangnya oleh ‘aku'.
  • Orang baru: Orang yang membuat ‘aku' jatuh lagi setelah . Dia adalah seseorang yang baik, perhatian, dan menyenangkan bagi ‘aku'.
  • Keluarga ‘aku': Orang-orang yang selalu ada untuk ‘aku', baik dalam suka maupun duka. Mereka memberikan kasih sayang, dukungan, dan nasihat kepada ‘aku'.
  • Teman-teman ‘aku': Orang-orang yang juga peduli pada ‘aku' dan membantunya melewati masa sulit. Mereka memberikan semangat, hiburan, dan saran kepada ‘aku'.

Bagaimana Perkembangan Karakter dalam Buku Ini?

Buku ini tidak memiliki perkembangan karakter yang signifikan, karena hanya menampilkan perubahan emosi ‘aku' dari waktu ke waktu.

Namun, ada beberapa hal yang bisa dilihat sebagai perkembangan karakter dalam buku ini, seperti:

  • Karakter ‘aku' menjadi lebih dewasa dan bijaksana dalam menghadapi masalah . Dia belajar untuk menerima kenyataan, melepaskan masa lalu, memaafkan kesalahan, menghargai diri sendiri, dan membuka hati untuk cinta baru.
  • Karakter mantan kekasih ‘aku' menjadi lebih jahat dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya. Dia tidak pernah meminta maaf atau menjelaskan alasan mengapa dia berselingkuh kepada ‘aku'.
  • Karakter orang baru menjadi lebih baik dan menyenangkan bagi ‘aku'. Dia memberikan perhatian, kepercayaan, dan kasih sayang kepada ‘aku'. Dia juga membuat ‘aku' merasakan kembali indahnya cinta.

Apa Tema dan Pesan dalam Buku Ini?

Buku ini memiliki tema utama tentang cinta dan . Buku ini juga memiliki tema-tema lain yang berkaitan dengan kehidupan, seperti:

  • Keikhlasan: Buku ini mengajarkan kita untuk mengikhlaskan apa yang tidak bisa kita miliki atau pertahankan. Mengikhlaskan bukan berarti menyerah, tapi berarti menghormati kehendak Tuhan dan nasib yang telah ditentukan.
  • Kesabaran: Buku ini mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Bersabar bukan berarti pasrah, tapi berarti percaya bahwa ada hikmah di balik setiap kesulitan dan ada waktu yang tepat untuk setiap kebahagiaan.
  • Pengampunan: Buku ini mengajarkan kita untuk memaafkan orang yang telah menyakiti kita. Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi berarti melepaskan dendam dan beban di hati kita. Memaafkan juga berarti memberi kesempatan kepada diri kita dan orang lain untuk berubah menjadi lebih baik.
  • Penghargaan Diri: Buku ini mengajarkan kita untuk menghargai diri sendiri sebagai manusia yang berharga dan berhak bahagia. Menghargai diri sendiri bukan berarti sombong, tapi berarti menyadari potensi dan kelebihan yang kita miliki. Menghargai diri sendiri juga berarti tidak membiarkan orang lain merendahkan atau menyakiti kita.
  • Introspeksi Diri: Buku ini mengajarkan kita untuk introspeksi diri sebagai manusia yang tidak sempurna dan selalu belajar. Introspeksi diri bukan berarti menyalahkan diri sendiri, tapi berarti mengevaluasi kekurangan dan kesalahan yang kita lakukan. Introspeksi diri juga berarti mencari tahu apa yang sebenarnya kita inginkan dan butuhkan dalam hidup.

Bagaimana Gaya Penulisan dalam Buku Ini?

Buku ini ditulis dengan gaya penulisan yang puitis dan romantis. Penulis menggunakan banyak metafora, perbandingan, personifikasi, hiperbola, dan kata-kata indah untuk menggambarkan perasaan ‘aku'.