Sinopsis Film Kiblat yang Kontroversial dan Dilarang Tayang Oleh MUI

Redaksi PetiknetSelasa, 26 Maret 2024 | 13:11 WIB
Sinopsis Film Kiblat yang Kontroversial dan Dilarang Tayang Oleh MUI
Sinopsis Film Kiblat yang Kontroversial dan Dilarang Tayang Oleh MUI

Petik.net - Publik baru-baru ini dihebohkan oleh kontroversi yang melingkupi film horor Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk penayangan.

(Majelis Ulama Indonesia) telah mengeluarkan pernyataan mengecam film yang dikenal dengan judul “Kiblat”, menyebutnya sebagai karya yang tidak layak untuk ditayangkan.

Rencananya, film ini akan menyambangi layar perak pada tahun ini, namun tanggal pastinya masih belum dipastikan. Meski begitu, trailer film ini telah diunggah pada 21 Maret 2024 di kanal YouTube CGV Kreasi.

Kritik terhadap film ini datang dari Ketua Bidang Dakwah, , yang menyatakan bahwa film “Kiblat” secara berlebihan mengeksploitasi agama dan bahkan dapat dianggap sebagai ajang kampanye hitam.

Menurutnya, film ini tidak pantas untuk diedarkan dan jelas merupakan bentuk penyimpangan terhadap ajaran agama.

Meskipun demikian, belum ada penjelasan yang menyeluruh mengenai isi cerita film ini. Namun, dari apa yang terlihat dalam trailer, menyoroti atmosfer seram yang dipancarkan oleh judul film ini.

Ia menegaskan bahwa penggunaan istilah “kiblat” dalam judul film ini secara langsung merujuk pada Ka'bah, yang merupakan arah kiblat dalam shalat.

Hal ini membuatnya khawatir bahwa film ini mungkin merusak nilai-nilai keagamaan yang seharusnya dijunjung tinggi.

Menurut Cholil, film ini menggunakan strategi promosi yang sensitif dan justru dapat merendahkan martabat agama.

Ia juga menambahkan bahwa respons terhadap keagamaan sering dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu demi keuntungan materi, suatu hal yang harus diperangi.

“Kiblat” sendiri menceritakan kisah seorang wanita bernama Ainun, yang mencari tahu lebih banyak tentang ayahnya setelah meninggal dunia.

Namun, dalam perjalanannya, ia tanpa sengaja terjebak dalam ajaran sesat yang pernah disebarkan oleh ayahnya.

Pengalaman mistis mulai menghampirinya, seperti teror makhluk halus dan kejadian aneh seperti perubahan arah kiblat saat shalat.

Selain Ainun, dua sahabatnya, Rini dan Bagas, juga mengalami pengalaman serupa. Mereka merasa ada yang tidak beres di desa tempat tinggal Ainun, seperti ketiadaan adzan meskipun terdapat masjid di sana.